Senin, 01 Juli 2024

TEORI-TEORI INTERDISIPLINER PENDIDIKAN SENI

Penulis: Abdullah Ibnu Thalhah, Desti Kurniasari, Eko Purnomo, Ibnu Amar Muchsin, M. Sahal, Muhammad Rahman Athian, Nuraeni Sugih Pramukti, Paulus Widjarnako, Rista Sundari, Saiful Fallah, Septian Cipto Nugroho. Editor: Prof. Dr. Tjetjep Rohendi Rohidi, MA., Dr. Widodo, S.Sn., M.Sn. Halaman: 213 Harga: 80.000,- ISBN: sedang dalam proses
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi digital saat sekarang ini tidak memungkinkan suatu ilmu berdiri sendiri. Penyelesaian permasalahan dibutuhkan interdisipliner ilmu pengetahuan. Interdisipliner ilmu memiliki irisan yang hampir sama karena ilmu berasal dari akar dan pohon ilmu yaitu filsafat. Pohon filsafat ini kemudian bertumbuh ilmu sesuai dengan pertumbuhan dan kebutuhan zaman. Pohon ilmu bertumbuh tidak hanya yang berhubungan ilmu eksakta tetapi juga humaniora. Teori-teori interdisipliner juga berkembang pada bidang seni. Pertumbuhan dan perkembangan ini terjadi karena seni juga merupakan ilmu pengetahuan hasil dari kebudayaan. Seni tidak hanya sebagai bentuk ekspresi tetapi telah beralih fungsi sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan manusia. Seni hadir dan lahir seiring dengan kebutuhan manusia sesuai dengan zamannya. Seni hadir tidak hanya dalam wujud seni itu sendiri tetapi juga mencakup aspek keilmuan lain seperti antropologi, pendidikan, sosiologi, pedagogi, dan ilmu lainnya. Seni akan memiliki makna jika telah melebur dengan bidang ilmu lainnya. Di sini interdisipliner menjadi keniscayaan.

WAYANG ORANG NGESTI PANDOWO ASPEK POLITIK, EKONOMI, SOSIAL DAN BUDAYA

Penulis: Dr. Restu Lanjari, M.Pd. Editor: Utami Arsih, S.Pd., MA. Usrek Tani Utina, S.Pd., MA., Eko Purnomo, M.Pd. Halaman: 175. Harga: 75.000,- ISBN: sedang dalam proses
Ngesti Pandowo merupakan salah satu kelompok wayang orang yang hidup di daerah semarang. Ngesti Pandowo saat sekarang ini kurang berkembang dengan baik karena secara politis kebudayaan kurang memperoleh perhatian dari pemangku kebijakan. Pementasan sangat jarang dilakukan. Hal ini berbeda dengan kondisi wayang orang bharata di Jakarta dan Sriwedari di Surakarta. Ngesti Pandowo pada masanya pernah menjadi tulang punggung tidak hanya bagi pemain tetapi juga masyarakat sekitar. Pertunjukan Ngesti Pandowo memberi peluang kepada pedagang kaki lima untuk menjajakan dagangannya kepada penonton. Kondisi ini seharusnya dapat dilakukan saat sekarang ini jika pertunjukan Ngesti Pandowo dapat dilakukan. Pertunjukan wayang orang sebenarnya tidak hanya tentang sosial budaya tetapi juga tentang penyampaian tuntunan. Wayang orang hadir tidak hanya berupa tontonan tetapi juga tuntunan nilai-nilai kearifan lokal.

Selasa, 16 Januari 2024

UNDERSTANDING BY DESIGN KURIKULUM MERDEKA

Penulis: Dr. Eny Kusumastuti, M.Pd., Rimasari Pramesti, M.Pd., Lesa Paranti, M.Pd. Editor: Eko Purnomo, Dr. Tatang Subagyo, M.Pd. Hlm: 198 Harga: Rp. 80.000 ISBN: sedang dalam proses
Kurikulum merdeka merupakan salah satu upaya agar sumberdaya manusia yang dihasilkan melalui dunia pendidikan mampu mengikuti dan menguasai ilmu pengetahuan dan seni sesuai dengan perubahan zaman. Ada dua karakteristik yang menjadi ciri kurikulum merdeka yaitu capaian pembelajaran dan projek penguatan profil pelajar Pancasila (P5). Pengembangan perangkat pembelajaran dilakukan dengan merumuskan tujuan pembelajaran, asesmen pembelajaran, dan langkah pembelajaran. Tujuan dan asesmen pembelajaran merupakan satu kesatuan utuh dicapai melalui langkah pembelajaran. Pengembangan ini dikenal dengan pendekatan Understanding by Design (UbD). Understanding by Design digunakan agar perangkat pembelajaran yang dikembangkan fokus pada tujuan pembelajaran. Hal ini yang membedakan dengan pengembangan perangkat pembelajaran pada kurikulum sebelumnya.

TATA KELOLA PENDIDIKAN SENI DI INDONESIA TINJAUAN ASPEK PRAKTIS DAN TEORETIS

Penulis: Eko Purnomo, I Made Paramarta, Paulus Widjarnako, Abdullah Ibnu Thalhah, Vinna Aulya, Meisar Ashari, Nuraeni Sugih Pramukti, Rista Sundari, Nurul Kemala Dewi, Soekarno Buchary Pasyah. Editor: Dr. Syakir, M.Sn., Dr. Restu Lanjari, M.Pd. Hlm: 208 Harga:Rp.85.000
Tata kelola memiliki peran dan fungsi penting pada suatu institusi atau lembaga. Tata kelola yang digunakan merupakan salah satu instrumen untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Tata kelola pada bidang pendidikan dan kebudayaan perlu senantiasa dilakukan pembaruan mengikuti perubahan dan perkembangan zaman.Pada bidang kebudayaan misalnya, tata kelola seni pertunjukan perlu dilakukan revitalisasi sehingga sesuai dengan kebutuhan industri kreatif. Pada bidang pendidikan, tata kelola sekolah seni dan nonseni untuk senantiasa sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan zaman. Buku ini merupakan referensi yang dapat digunakan oleh seniman, budayawan, pendidik, stakeholder, bidang pendidikan dan kebudayaan dalam mengelola institusi sesuai dengan bidang dan tujuannya.

Selasa, 09 Januari 2024

SEJARAH DAN PERKEMBANGAN KURIKULUM DI INDONESIA

Penulis: Dr. Eny Kusumastuti, M.Pd., Prof. Dr. Malarsih, M.Sn., Drs. Bintang Hanggoro Putera, M.Hum. Editor: Eko Purnomo, Dra. Rahmida Setiawati, MM. Harga: Rp. 85.000 Hlm: 218 ISBN: 9786239892555
< Proses pendidikan dan pembelajaran dalam Sejarah bangsa Indonesia telah dimulai sejak zaman Kerajaan Sriwijaya. Proses pendidikan dan pembelajaran berlangsung pada pusat-pusat kebudayaan dan pendidikan kerajaan. Proses yang berlangsung tentu memiliki pedoman pelaksanaan yang berisi kompetensi dan materi, saat sekarang ini dikenal dengan istilah kurikulum. Sejarah kurikulum di Indonesia telah mengalami perjalanan panjang sejak zaman Kerajaan Hindu, Budha, Islam, hingga Indonesia saat sekarang ini. Pencatatan Sejarah kurikulum secara komprehensif sangat penting dilakukan sebagai artefak pendidikan untuk masa yang akan datang. Analisis kurikulum dari zaman ke zaman berdampak pada cara mengembangkan sumberdaya manusia yang telah dilakukan oleh bangsa Indonesia. Buku ini mencoba memotret perjalanan panjang kurikulum dalam lintasan pengembangan sumberdaya manusia Indonesia. Harapan terbesar buku ini dapat dijadikan sebagai referensi semua pihak dalam mengembangkan sumberdaya manusia unggul.

Senin, 01 Januari 2024

FILSAFAT PENDIDIKAN SENI TINJAUAN ASPEK SENI PERTUNJUKAN DAN SENI RUPA

Penulis: Eko Purnomo, I Made Paramarta, Paulus Widjarnako, Abdullah Ibnu Thalhah, Vinna Aulya, Meisar Ashari, Nuraeni Sugih Pramukti, Rista Sundari, Nurul Kemala Dewi, Soekarno Buchary Pasyah. Editor: Prof. Dr. Tjetjep Rohendi Rohidi, MA, Dr. Sunarto, M.Hum. Harga: Rp.80.000 hlm 191. ISBN: 9786239892579
Kajian filsafat merupakan suatu keniscayaan jika ingin berpikir secara logis, sistematis, dan sistemik. Filsafat membuka ruang untuk berpikir divergen, sehingga kemungkinan pemecahan masalah dapat ditinjau dari beberapa aspek yang berbeda. Filsafat merupakan pondasi dasar untuk berpikir dengan segala dimensi sesuai dengan kajian keilmuan yang dipelajari. Filsafat dapat dijadikan sebagai instrumen untuk mempelajari bidang ilmu lain, seperti komunikasi, budaya, pendidikandan juga seni. Pada kajian filsafat pendidikan seni, ada dua kajian filsafat, yaitu filsafat pendidikan dan filsafat seni. Pada praktiknya, kedua kajian filsafat ini menjadi satu kesatuan utuh. Kajian filsafat pendidikan seni merupakan suatu kajian yang membahas tentang mengapa, bagaimana, dan apa yang harus dilakukan ketika mempelajari bidang keilmuan ini, baik pada lingkup seni pertunjukan maupun seni rupa. Buku dengan judul “Filsafat Pendidikan Seni Tinjauan Aspek Seni Pertunjukan dan Seni Rupa,” merupakan salah satu Upaya menyediakan referensi bagi peminat kajian filsafat. Buku ini ditulis dengan bahasa yang mudah dipahami, sehingga belajar filsafat menyenangkan. Penyunting berharap buku ini dapat menjadi salah satu referensi untuk memahami filsafat. Semoga!

KURIKULUM MERDEKA MERDEKA BELAJAR

Penulis : Prof. Dr. Radjiman Ismail, M.Pd. Harga : Rp. 70.000 halaman : 174 ISBN : 9786239892562
Kurikulum merupakan landasan proses pembelajaran yang memiliki unsur kompetensi dan materi sebagai satu kesatuan utuh. Kurikulum senantiasa dilakukan revitalisasi dengan tujuan untuk menyesuaikan dengan perkembangan dan kebutuhan zaman. Setiap kurikulum memiliki kelebihan pada masanya, karena memang kurikulum merupakan salah satu bentuk sarana yang diberikan kepada sekolah. Setiap sekolah pada jenjang pendidikan dapat mengembangkan konten dan konteks sesuai dengan potensi yang dimiliki. Setiap sekolah dapat memiliki konten dan konteks yang berbeda tetapi memiliki tujuan sama, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Kurikulum merdeka merupakan salah satu cara melakukan revitalisasi salah satu landasan dalam pembelajaran sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan zaman. Kurikulum merdeka memberi keleluasaan kepada sekolah untuk melakukan proses pembelajaran yang menekankan pada diferensiasi pada peserta didik. Pengembangan potensi merupakan tujuan utama dari implementasi kurikulum merdeka. Guru merupakan mediator dan fasilitator pada implementasi kurikulum ini. Subjek pembelajaran terletak pada pengembangan potensi siswa. Kurikulum merdeka diharapkan mampu melahirkan pemikir-pemikir yang mampun beradaptasi dengan kebutuhan dan perkembangan zaman. Semoga!